Pages

Kamis, 06 April 2017

Perencanaan, Instruksi, dan Teknologi



Perencanaan
 Perencanaan Instruksional
Perencanaan instruksional adalah pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untuk merencanakan pembelajaran. Perencanaan yang baik harus menyentuh aspek tugas dan waktu. Anda perlu membuat rencana untuk kerangka waktu yang berbeda, dari perencanaan tahunan sampai harian.
Perencanaan dan Instruksi Pelajaran Teacher-Centered
Tiga alat umum di sekolah yang berguna dalam perencanaan teacher-centered adalah menciptakan sasaran behavioral (perilaku), menganalisis tugas, dan menyusun taksonomi (klasifikasi) instruksional.
Menciptakan Sasaran Behavioral
Menurut Robert Mager (1962) sasaran behavioral harus mengandung tiga bagian :
·         Perilaku murid : fokus pada apa yang dipelajari atau dilakukan murid.
·         Kondisi dimana perilaku terjadi.
·         Kriteria kinerja : menentukan level kinerja yang dapat diterima.
Menganalisis Tugas
Analisis tugas difokuskan pada pemecahan suatu tugas kompleks yang dipelajari murid menjadi komponen-komponen. Analisis ini dapat melalui tiga langkah dasar :
a.       Menentukan keahlian atau konsep yang diperlukan murid untuk mempelajari tugas
b.      Mendaftarkan materi yang dibutuhkan untuk melakukan tugas, seperti kertas, pensil, kalkulator, dan sebagainya.
c.       Mendaftarkan semua komponen tugas yang harus dilakukan.
Menyusun Taksonomi Instruksiona
Dikembangkan oleh Benjamin Bloom dan kawan-kawannya. Taksonomi ini mengklasifikasikan sasaaran pendidikan menjadi tiga domain :
§  Domain kognitif
§  Domain afektif
§  Domain psikomotor

Instruksi Langsung
Instruksi langsung adalah pendekatan berorientasi guru yang terstruktur, di mana guru mengatur dan mengontrol, mengharapkan kemajuan murid, memaksimalkan waktu murid untuk tugas-tugas akademik, dan menekan sikap negatif sampai ke tingkat minimum. Penggunaan materi non-akademik tidak terlalu ditekankan, demikian pula dalam interaksi guru-murid di luar orientasi akademik.

Strategi Instruksional
                Berpusat pada guru mencakup mengorientasikan murid; mengajar, menjelaskan, dan menunjukkan; pertanyaan dan diskusi; penguasaan; tugas di kelas; dan pekerjaan rumah. Sebelum menyajikan materi baru, buatlah kerangka pelajaran. Cara terbaik adalah dengan menyusun rencana lebih dahulu. Pembelajaran penguasaan adalah ide pembelajaran satu konsep atau topik secara menyeluruh sebelum  berpindah ke topik yang lebih sulit.
                Instruksi yang berpusat pada guru adalah teknik yang berguna dan para pendukungnya percaya bahwa ini adalah pengajaran yang efektif untuk meningkatkan keahlian dasar murid. Para pengkritiknya menyatakan bahwa cara ini cenderung menimbulkan kelas yang pasif, pembelajaran dangkal, kelas yang terlalu kaku, kurangnya perhatian terhadap perkembangan sosioemosional, motivasi eksternal, penggunaan tugas kelas yang berlebihan, terlalu sedikit kesempatan untuk pembelajaran dunia riil, dan kurangnya pembelajaran kolaboratif dalam kelompok-kelompok.

Perencanaan dan Instruksi Pelajaran Learner-Centered
                Perencanaan dan instruksi jenis ini lebih fokus pada murid ketimbang pada guru. Prinsip psikologi leraner-centered APA berisi faktor kognitif dan metakognitif, faktor motivasi dan emosional, motivasi intrinsic untuk belajar, dan faktor perkembangan dan sosial, dan faktor perbedaan individual,.

Pembelajaran Berbasis Problem
                Menekankan pada pembelajaran dunia riil. Kurikulum berbasis problem menghubungkan murid dengan problem autentik.pembelajaran berbasis problem berfokus pada diskusi kelomok kecil ketimbang pengajaran. Murid mengidentifikasi isu yang akan mereka kaji, dan guru bertindak sebagai pembimbing, membantu murid memonitor upaya pemecahan masalah mereka. Pertanyaan esensial adalah pertanyaan yang merupakan inti dari kurikulum ini.
                Model pengajaran dan perencanaan yang berorientasi pembelajar memiliki sejumlah cirri yang positif. Para pengkritik mengatakan bahwa perencanaan dan pengajaran ini terlalu fokus pada proses dan kurang memerhatikan pada muatan, lebih cocok untuk ilmu sosial dan kemanusiaan ketimbang ilmu pasti dan matematika, tidak tepat untuk awal pengajaran jika murid belum punya cukup pengetahuan tentang topik itu, dan lebih sulit diimplementasikan.

Penggunaan teknologi secara efektif untuk membantu murid belajar
 
Revolusi teknologi
                Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi tempat tinggal kita tinggal sekarang, dan murid akan lebih butuh keahlian teknologi. Teknologi sekarang ini dapat menjadi alat yang baik untuk memotivasi murid dan membimbing pembelajaran mereka. Hanya ketika sekolah punya guru yang ahli teknologi dan sekolah punya teknologi terbaru, maka baru revolusi teknologi punya kesempatan untuk mengubah kelas.

Internet
                Internet secara khusus member murid akses ke banyak informasi E-mail dapat dipakai secara efektif di kelas. Kita perlu berhati-hati dalam menggunakan internet.
Salah satu perhatian adalah murid dari keluarga miskin dan sekolah yang miskin masih kurang mendapat layanan teknologi. Perempuan juga mungkin punya lebih sedikit akses dan kurang banyak disentuh teknologi.
                Di masa depan, ubiquitous computing mungkin akan menggantikan computer desktop. Ubiquitous computing menekankan pada distribusi computer dalam lingkungan.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Pinterest